Home

Assalamu'alaikum....

Terima kasih telah berkenan berkunjung ke blog kami..., semoga bermanfaat ^_^

Best of the Best

Minggu, 29 Januari 2012

Ketahanan Pangan Indonesia



            Ketahanan pangan sudah barang tentu menjadi keharusan sebuah Negara untuk menjaga kebutuhan pangan negerinya. Hanya saja bentuk atau strategi itu perlu difikirkan secara tepat. Ada beberapa hal yang pelu dibangun diantaranya dengan mengoptimalkan peran penyuluh pertanian untuk membimbing pertainian, menggerakkan peran kau intelektual muda. Mahasiswa juga dilibatkan dalam kegiatan penyuluhan dibantu instalasi terkait pemerintah. Karena mahasiswa dengan ilmu yang didapatkan dikampus bila diaplikasikan dilapangan.
            Melakukan penyuluhan terhadap petani-petani yang membutuhkan informasi-informasi terbaru demi meningkatkan hasil pertaniannya dan juga untuk match kan antara teori kampus dengan di lapangan. Serta dukungan dari pemerintah terhadap sekolah kejuruan maupun fakultas pertanian. Pemerintah dan berbagai pihak mungkin dari media sebaiknya lebih menyegarkan kampanye cinta pertanian Indinesia terhadap generasi bangsa ini. Karena mirisnya Indonesia sebagai Negara agraris justru peminat di bidang pertanian semakin “sedikit”. Sebuah pertanyaan besar “mau dibawa siapa pertanian Indonesia nantinya ?
            Mengadopsi cara perkebunan yaitu dengan membangun Estate rice extensifikasi lahan untuk padi. Estate rice diharapkan mampu menjadi suplai cadangan bahan pangan , untuk mengurangi impor beras dari Thailand ataupun dari Vietnam. Seperti yang dicontohkan Malaysia yang sudah membangun Estate rice. Karena bias jadi Negara-negara pengekspor beras suatu saat mengalami masa paceklik dan ini ancaman bagi Negara kita jika selalu bergantung pada beras mereka.
            Apakah mungkin suatu Negara mengekspor bahan pangannya kalau dalam negerinya sendiri pas-pasan bahan kekurangan. Untuk itu perlu pemikira kearah kedepan untuk antisipasi hal hal yang tidak diinginkan terjadi seperti kelaparan. Dan terobosan ini bias diikuti untuk tanaman lainnya yang menjadi kebutuhan Negara ini seperti jagung, ataupun sagu. Alih fungsi lahan padi menjadi perumahan. Perhatian pihak pemerintah daerah dalam perizinan penggunaan lahan, pada saat ini banyak lahan pertanian seperti pesawahan tidak lagi ditanami padi namun berubah menjadi bangunan kokoh permanen. Ironi sekali lahan penghasil produk pertanian di negeri ini semakin tahun kian berkurang. Padahal sawah tersebut bias mengurangi factor ketergantungan terhadap beras dari pemerintah meskipun luasan yang dimiliki petani tesebut hanya dalam skala kecil. Jika perlu dipertegas dengan UU yang mengatur pelarangan alih fungsi sawah menjadi bangunan. Dan bagi yang melanggar diberi sangsi atau denda.
            Perlu adanya peran breeder sebagai penyedia benih-benih unggul sebagai salah satu langkah peningkatan produksi persatuan luasnya. Kembali jika kita merujuk pada masa lalu yaitu keberhasilan Revolusi Hijau mencukupi kebutuhan pangan dunia berkat peran breeder yang menemukan padi verietas unggul. Pola makan khas dan unik di berbagai belahan pulau yang ada di Indonesia : Gaplek (Lampung , Jawa Tengah, Jawa Timur), sagu (Maluku, Papua), Jagung (Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara), Cantel/Sorgum (Nusa Tenggara) sebagai makanan (pokok Staple food). Artinya setiap daerah mempunyai keunikan makan masing-masing tanpa harus berantung pada beras. Dan pola makan mereka janga dirubah.
            Karena kondisi beras dalam negeri terbatas kecuali denga adanya ekstensifikasi seperti yang telah diulas diatas. Karena yang seperti kita alami “belum makan nasi belum makan”. Jangan sampai semua pelosok negeri ini pola makannya sama. Biarkan daerah-daerah yang sudah memiliki pola makan berbeda satu sama lain untuk tetap. Misalnya papua terkenal dengan papeda yang menjadi makanan pokok mereka.

sumber : Buletin KAMMI
by Kank A'am

Jumat, 27 Januari 2012

Belum Efektifnya Program Diversifikasi Pangan


Ketahanan pangan merupakan hal yang sangat strategis dan penting. Pangan adalah kebutuhan pokok sekaligus menjadi esensi kehidupan manusia, karenanya hak atas pangan menjadi bagian sangat penting dari hak azasi manusia. Disamping itu, ketahanan pangan adalah bagian dari ketahanan nasional yang saat ini dinilai paling rapuh. Pembangunan ketahanan pangan di Indonesia telah ditegaskan dalam Undang-undang nomor 7 tahun 1996 tentang pangan yang dirumuskannya sebagai usaha mewujudkan ketersediaan pangan bagi seluruh rumah tangga, dalam jumlah yang cukup, mutu dan gizi yang layak, aman dikonsumsi, merata serta terjangkau oleh setiap individu.                                                                                                 .
Memperhatikan definisi tersebut, saat ini ketahanan pangan belum dicapai pada seluruh rumah tangga walaupun pada tingkat nasional hasilnya terlihat lebih baik. Masih banyak rumah tangga yang belum mampu mewujudkan ketersediaan pangan yang cukup, terutama dalam hal mutu dan tingkat gizinya. Dalam hal ini keaneka-ragaman pangan menjadi salah satu pilar utama dalam ketahanan pangan. Dengan kondisi seperti itu Pemerintah mengeluarkan kebijakan yaitu program Diversifikasi Pangan.
Didalam kebijakan Diversifikasi Pangan tersebut Pemerintah berencana mengganti bahan pokok yang selama ini sudah membumi seperti beras dengan komoditi lainnya, seperti jagung, umbi-umbian, sayur-sayuran dan buah-buahan atau yang lainnya. Hal tersebut merupakan usaha Pemerintah dalam mengatasi penurunan  produksi beras yang berbanding terbalik dengan angka pertumbuhan penduduk yang terus merangkak naik. Namun, di sisilain kebijakan tersebut dalam pelaksanaannya dirasakan kurang efektif dikarenakan masyarakat sudah terlampau bergantung pada beras dan terigu, dimana ajakan untuk beralih ke alternatif lain seperti sagu, umbi-umbian, sayur-sayuran dan buah-buahan seakan berlalu begitu saja tanpa bekas.
Berdasarkan data yang disampaikan Menteri Perdagangan Gita Wirjawan di Jakarta pada tanggal 26 Desember 2011 yang dikutip dari harian surat kabar Kompas pada hari Rabu tanggal 28 Desember 2011 disebutkan bahwa konsumsi beras masyarakat Indonesia  tertinggi di dunia. Indonesia mengkonsumsi 135 – 140 kg per tahun, sehingga hal tersebut berakibat pada melonjaknya import beras. Disamping itu dapat kita ketahui bersama bahwa luas sawah yang produktif dan subur di Pulau Jawa hanya ± 62 %, dengan demikian produksi beras sulit untuk ditingkatkan.
Di sisilain pemerintah cenderung berpihak pada pembangunan infrakstruktur dibandingkan dengan pembagunan pertanian itu sendiri. Disamping itu pemerintah juga lebih memperhatikan disektor lain seperti pada sektor indutri, bisnis, pembangunan jalan tol dan pembangunan  perumahan elit. Di dalam kenyataannya nasi sering dijadikan simbol gensi dan sebuah  kebiasaan bahkan dapat kita lihat sendiri tidak sedikit masyarakat Indonesia bahkan sudah menjadi kebiasaan bagi para mahasiswa dimana setiap kali makan atau sarapan pagi memakai mie juga ditambah nasi, dengan alasan simpel, praktis, dan mengenyangkan. Sedang kita ketahui bersama bahwa antara nasi dengan mie adalah hampir sama, keduanya merupakan karbohidrat namun kebanyakan mereka menganggap bahwa belum merasakan makan bila belum memakan nasi.
Disamping itu apabila di lihat dari sisi lain program Diversifikasi Pangan berjalan tidak efektif dikarenakan usaha pemerintah yang kurang pro terhadap para petani. Seharusnya disamping Pemerintah memikirkan bagaimana mencukupi kebutuhan negara dengan impornya dalam hal ini adalah beras Pemerintah harusnya juga memperhatikan nasib petani dimana petani lebih difasilitasi, khususnya petani jagung, umbi, sagu dan lainnya dituntut agar dapat memproduksi lebih untuk mencukupi kebutuhan bahan pokok di daerah lain sebagai interpretasi dari kebijakan diversifikasi pangan tersebut, sedangkan pada kenyataannya para petani itu sendiri dibiarkan, kurang terfasilitasi, kurang diperhatikan dan seakan akan pasrah dengan kondisi iklim sekarang ini yang menyebabkan produksi padi menurun. Disamping itu juga Pemerintah kurang memperketat pembangunan disektor lain yang menjadikan lahan pertanian semakin menyempit. Didalam pelaksanaannya kebijakan tersebut kurang efektif dikarenakan kebutuhan pangan pokok terus meningkat dengan laju pertumbuhan yang semakin  meningkat pula bahkan melebihi stok cadangan makanan, sedangkan produktivitas bahan pokok kita yaitu berupa beras semakin menurun, seperti yang kita lihat bersama  bahwa berdasarkan data dari Badan Statistik tepatnya pada hari selasa tanggal 1 November 2011 dapat diketahui bahwa produksi padi sampai pada akhir tahun 2011 ini sebesar 65,39 juta ton gabah kering giling (GKG), dimana data tersebut turun 1,08 atau 1,63 % dibandingkan tahun 2010 yaitu sebesar 66,47 juta ton gabah kering giling ( GKG ), hal inilah yang menyebabkan terjadinya lonjakan import beras. Disamping itu pemerintah juga kesulitan dalam rangka menyukupi kebutuhan rakyatnya sehingga memaksa pemerintah untuk import beras ke negeri lain.
Maka dengan kondisi bangsa Indonesia sekarang ini dimana melihat efektifitasnya dari kebijakan diversifikasi pangan, sebagai salah satu solusi yang saat ini tengah berjalan dirasa masih kurang optimal. Maka disini ada beberapa solusi atau saran yang bisa sedikit banyak mengatasi permasalahan yang terjadi diatas, diantaranya :
1.      Peningkatan teknologi hilirisasi,  hal ini perlu karena teknologi ini dapat digunakan untuk mengolah bahan komoditi lain seperti  jagung, ketela,sagu, dan lainnya.
2.      Pembatasan lahan konversi antara  lahan pertanian untuk pembangunan non pertanian, hal ini perlu untuk meningkatkan luas lahan pertanian oleh petani.
3.      Pemberdayaan para petani untuk lebih ditingkatkan mengenai bagaimana cara produksi yang efektif dan efisien, sehingga dengan petani yang maju akan menjadikan produksi pertanian yang meningkat dan pemerintah tidak perlu mengimport bahan pertanian (beras) yang berlebihan.
4.      Pemberdayaan ilmuwan dengan memberi fasilitas kepada para ilmuan tersebut sehingga par ilmuwan tersebut tidak lagi lebih memilih melakukan penelitian di Negara lain.
5.      Peran media ditingkatkan yang mana sekarang ini peran media terlihat kurang mendukung program diversifikasi pangan dimana ada masih ada beberapa program televisi yang menayangkan acara yang bertemakan kehidupan orang pinggiran, orang tidak mampu, yang dimana kebiasaan mereka setiap harinya makan tidak dengan nasi, mereka biasa makan dengan umbi umbian. Namun media menanggapi lain bukannya menanggapi positif karena itu merupakan langkah awal dalam menganekaragamkan makanan justru dianggap sesuatu yang memprihatikan , perlu dikasihani. Maka hal tersebut adalah yang salah besar sehingga dengan format acara televisi yang seperti itu menjadikan masyarakat juga ikut malu apabila ikut ikutan berbudaya seperti orang orang pinggiran atau seperti orang miskin yang apabila makan jarang dengan nasi. Padahal sebenarnya kebiasaan yang seperti itu tidak salah dan sama saja dengan kebiasaan makan beras karena hakikatnya sama sama sebagai sumber karbohidrat.
Dapat kita simpulkan bahwa kemajuan pertanian suatu bangsa terlebih lagi negara kita negara Indonesia yang merupakan negara agraris dan negara maritim dimana sebagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai petani itu ditentukan atau dipengaruhi tidak hanya 1 faktor saja, namun banyak faktor dan dibutuhkan kerjasama antar bagian yang berhubungan dalam bidang pertanian seperti antara petani, penyuluh, peneliti, pedagang, dan pemerintah. Sehingga dari sekian banyak bagian dapat saling melengkapi. Maka disini setelah dijabarkan bagaimanakah ketidak efektifan dari program Difersifikasi akan di paparkan beberapa saran atau solusi dari  permasalahan tersebut yang sedikit banyak dapat membantu menyelesaikan permasalahan dalam kebijakan Pemerintah tersebut yaitu mengenai program penganekaragaman makanan atau disebut dengan Program Diversifikasi Pangan yang saat ini berjalan kurang efektif, sehingga kurang terlihat bukti nyata keberhasilan kebijakan tersebut dalam mensejahterakan rakyat Indonesia.

by Kank A'am

Pertanian Indonesia

          
          Tahun 1984 Indonesia mencapai swa sembada beras dan merubah citra dari Negara pengimpor terbesar di dunia menjadi Negara surplus beras. Disamping itu tercapai pula mantapnya peningkatan produksi dan produktivitas beberapa komoditi stategis lainya yang berasal dari komoditi non beras. Keberhasilan ini telah membawa dampak perbaikan terhadap pendapatan, kesejahteraan petani dan masyarakat pada umumnya, terciptanya kesempatan kerja serta meningkatnya ekspor non migas. Demikian pula keberhasilan pembangunan sektor pertanian telah membawa dampak terhadap perubahan perilaku petani yang mulai beralih dari usaha tani subsisten ke usaha tani semi komersial dan dari usaha tradisional kearah usaha tani dengan teknologi yang lebih maju. Ringkasnya selama PJP 1 sektor pertanian telah memberikan peranan yang sangat besar bagi perekomonian nasional.
            Sayangnya momentum keberhasilan tersebut tidak bisa dikatakan berlanjut atau sustain. Gelombang krisis yang dimulai tahun 1997 ternyata berdampak lebih besar pada pembangunan ekonomi. Sampai saat bangsa ini mengawali abad 21 sudah terlihat beragam tantangan yang harus dihadapi oleh sektor pertanian, seperti membanjirnya impor produk pertanian, produksi beras yang belum stabil, degradasi sumber daya alam dan lingkungan, melemahnya daya beli, kesenjangan produksi yang belum dapat teratasi dengan baik dan banyak lagi. Hampir semua mengatakan bahwa krisis dialami adalah akibat globalisasi.
            Sektor pertanian menanggung beban semakin berat. Disamping harus mempertahankan keberhasilan yang sudah di capai dalam PJP 1, sektor ini bersama sama dengan sektor yang lain memasuki suatu dunia persaingan yang semakin ketat, tajam dan pengaruhnya begitu kuat terhadap kinerja nasional. Kompetisi regional semakin tajam. Produktivitas, efisiensi, kualitas dan distribusi tepat waktu sebagai ciri kompetitif merupakan jaminan yang terus menerus harus selalu meningkat. Produk – produk pertanian kita baik komoditi tanaman pangan ( holtikultura ), perikanan, perkebunan, peternakan menghadapi pasar dunia yang telah dikemas dengan kualitas tinggi dan memiliki standar tertentu. Tentu saja produk dengan mutu tinggi tersebut dihasilkan melalui sesuatu proses yang menggunakan muatan teknologi standar.
            Gambaran diatas menunjukkan bahwa sektor pertanian akan tetap penting dalam perekomonian serta tetap berperan dalam pembangunan nasional. Terlebih jika wacana pembangunan yang terintegrasi antara pertanian, industry dan perdagangan dipandang sebagai suatu system entity yang utuh. Kaitan yang erat antara pertanian dan industri, dan lingkungan strategis senantiasa menuntut berkembangnya kebijakan pembangunan pertanian yang dinamis sejalan dengan transformasi perekomonian yang sedang terjadi. Dalam suasana lingkungan strategis yang berubah dengan cepat, penajaman arah kebijaksanaan dan perencanaan pembangunan pada masa reformasi menjadi demikian penting.
            Perubahan orientasi atau wacana pembangunan pertanian di Indonesia telah banyak dibahas dalam berbagai kesempatan dan dokumen rencana pembangunan. Pada dasarnya ada keinginan untuk merubah arah pandangan pembangunan dari memproduksi bahan pertanian dalam bentuk primer atau on farm agribisnis , kepada arah pandangan industrialiasi pertanian atau pertanian berwawasan agribisnis. Beberapa ahli juga memberikan pendapat bahwa pertanian Indonesia harus dirubah kearah pertanian industri atau agroindustri yang berorientasi pada nilai tambah dan berkelanjutan. Pandangan tersebut setidak tidaknya dipengaruhi oleh perubahan paradigma ekonomi global atau globalisme yang berciri kompetitif dalam harga, kualitas, kontinuitas, dan berkelanjutan dengan memanfaatkan teknologi sebagai pilar utama.  Namun pada intinya adalah efisiensi dalam penggunaan teknologi, energy, sumber daya alam, dan kecermatan serta ketajaman dalam memanfaatkan dinamika pasar untuk memproduksi sesuatu secara rasional. Pada kedua pemikiran tersebut kelembagaan memegang peran yang penting dalam pengembangan pertanian.

by Kank A'am

Produk Terbaru : Bibit Jagung Gajah

          
        Setelah memperkenalkan berbagai produk benih jagung kepada para petani pada tahun 2011, di awal tahun 2012 ini PT DuPont Indonesia ( Pioneer ) kembali membuat gebrakan yaitu memperkenalkan bibit jagung terbaru yaitu bibit jagung Hibrida Pioneer P27 Gajah. Bibit ini mulai dikenalkan di daerah Boyolali khususnya di Desa Ngaren, Kecamatan. Juwangi pada hari kamis tanggal 26 Januari 2012.
            Bibit ini memiliki beberapa karakteristik yang berbeda dengan yang sebelumnya dimana bibit P27 Gajah ini memiliki hasil produksi yang lebih tinggi, tahan bulai dan penyakit daun lainya, pertumbuhannya tinggi, memiliki tongkol yang besar, hemat pupuk, dan memiliki batang dan pengakaran yang kokoh. Disamping itu bibit jagung ini juga bisa tetap berproduksi dilahan yang esktrim ( kering ) dan batangnya biasa digunakan untuk mekan ternak . Sehingga dengan sifat itu menjadikan bibit jagung P27 Gajah ini disebut jagung gajah, sebagai mana yang kita ketahui bersama bahwa gajah adalah hewan yang memiliki sifat besar, kuat dan kokoh serta tahan terhadap gangguan lingkungan, dari sifat itulah bibit ini memiliki kesamaan sifat maka dinamakan bibit jagung gajah.

sumber : Jawa Pos, 27 Januari 2012
by Kank A'am

Rabu, 25 Januari 2012

Indonesia Zamrud Khatulistiwa


 Subhanallah....

       Indonesia, adalah anugrah nikmat yang begitu besar yang Allah SWT berikan kepada kita, sebuah negara kepulauan yang terdiri lebih dari 17.000 pulau besar dan kecil. Dari jumlah tersebut hanya dua pertiga saja yang dihuni. Bahkan dari setengah jumlah pulau di Indonesia yang belum mempunyai nama. Dengan banyaknya pulau di Indonesia dan segala kekayaan sumber daya alamnya tentunya menjadikan kita lebih bersyukur dan lebih mendekat kepada Allah SWT. Sebutan Zamrud Khatulistiwa juga diberikan kepada Indonesia karena jika dilihat dari udara Negara Indonesia berwarna hijau seperti batu zamrud yang indah dan terletak di garis khatulistiwa.

        Sudah kita ketahui bersama Indonesia terdiri dari ribuan pulau, dua pertiga wilayah Indonesia terdiri dari perairan. Wilayah lautnya sangat luas maka tidak heran jika banyak penduduk Indonesia yang bekerja sebagai nelayan. Apalagi wilayah laut Indonesia sangat kaya dengan beraneka ragam ikan dan kekayaan laut lainnya. Pantai pantai yang ada di Indonesia menawarkan keindahan yang terkenal di seluruh dunia. Disamping itu persawahan, pegunungan yang membentang luas menghijau ikut menambah keindahan bumi khatulistiwa ini. Lalu sudahkah kita sadar tentang itu semua sehingga kita mensyukurinya, sudahkah kita menjaganya, melestarikannya ?. Atau kita malah merusanya, na'udzubillah.
 
        Selain kaya dengan sumber daya lautnya, Indonesia juga kaya dengan hasil tambangnya. diantaranya tambang minyak bumi, batu bara, emas, timah, aluminium, dan masih banyak lagi jenis logam yang ada di Indonesia. Selain tambang, kekayaan alam Indonesia juga terdiri dari tumbuh-tumbuhan rempah dan buah buahan. tidak hanya itu, Indonesia juga memiliki hutan yang luas, Indonesia juga memiliki banyak sekali jenis binatang maupun tumbuh-tumbuhan. Bahkan banyak diantara binatang dan tumbuh-tumbuhan tersebut hanya terdapat di Indonesia. Tidak sedikit di antara binatang dan tumbuhan tersebut yang dilindungi karena jumlahnya yang sangat sedikit. Salah satu binatang yang dilindungi dan hanya ada di Indonesia adalah komodo. Komodo adalah kadal raksasa yang merupakan salah satu binatang purba yang tersisa. Bentuknya mirip dengan buaya dan beratnya bisa mencapai 129 kg. Subhanallah....., Nikmat Allah SWT manakah yang kamu dustakan? ( Qs. Ar Rahman ayat 16 )

        Indonesia juga memiliki banyak sekali suku bangsa dan bahasa. Masing masing suku bangsa mempunyai kebudayaan sendiri - sendiri dan menambah kekayaan yang ada di Indonesia. Tetapi semua suku bangsa tersebut tetap bersatu dan menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan. Bhineka Tunggal Ika adalah semboyan bangsa Indonesia yang artinya berbeda-beda tetapi satu jua. Meskipun begitu, dari situlah Allah SWT menciptakan kita semua untuk saling mengenal satu dengan yang lain. Allah SWT telah berfirman dalam Qs. Al Hujurat ayat 13 :

" Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dn menjadikan kamu berbangsa - bansa dan bersuku - suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal " 

Maka mari, bersama kita jaga nikmat yang telah Allah SWT berikan ini yaitu bumi Indonesia kita ini, bukan malah kita rusak dengan aktivitas kita sehari hari baik itu dengan asap rokok, sampah yang dibuang sembarangan, asap kendaraan bermotor yang berlebihan dan lainnya. Tapi mari kita mulai dari hal yang kecil, mulai dari diri kita sendiri dan mulai dai sekarang kita jaga dan kita lestarikan alam khatulistiwa ini sebagai wujud bukti rasa syukur kita kepada Allah SWT.

by Kank A'am